Toko pancing Discus Terbesar di Pondok Gede

Mei 5, 2009 at 7:44 pm Tinggalkan komentar

Sekilas mendengar nama toko ini, orang pasti menganggap tidak ada hubungannya dengan alat pancing. Sebab nama tersebut memang nama salah satu jenis ikan hias yang beberapa waktu lalu sempat booming di masyarakat Indonesia. Namun nyatanya, Toko Discus yang beralamat di jalan raya Hankam, Jatiwarna, Pndok Gede ini sama sekali tidak menjual ikan discus, tapi berbagai alat pancing dari berbagai merek.

Nama Discus memang tak lepas dari sejarah toko yang mulai dirintis sejak tahun 2000 silam. Awalnya toko yang dikelola oleh Slamet Rianto ST ini memang menjual berbagai macam ikan hias. Namun seiring perkembangan waktu, bisnis ini ternyata tidak terlalu menjanjikan lagi dilihat dari segi hasil. Apalagi selama membuka bisnis ini, banyak orang yang bertanya tentang alat pancing di kepada Slamet.

Melihat kenyataan ini, naluri bisnis Slamet pun bekerja. Tahun 2003 ia memutuskan untuk mengubah haluan dengan menjual piranti mancing. Pertimbangannya di daerah tersebut belum ada toko pancing yang buka.

Dengan modal awal Rp 500 ribu, Toko Discus pun perlahan namun pasti terus berkembang. Omsetnya kini mencapai rata-rata Rp 1 juta per hari. Dan tokonya yang berukuran 3,5 meter X 6 meter dijejali dengan piranti mancing yang selain untuk eceran, bisa juga melayanai grosiran. “Ternyata hasilnya jauh lebih menjanjikan daripada bisnis ikan hias,” tutur Ahmad, keponakan Slamet yang sehari-hari membantu Slamet di tokonya.

Keberhasilan ini tentu saja bukan tanpa alasan. Letaknya yang strategis dan menjadi toko pancing yang pertama di wilayah Pondok Gede membuat perhatian para mania tertumpah ke toko Discus. Mereka kini tak perlu jauh untuk mencari perlengkapan mancingnya.

Selain itu, faktor harga yang kompetitif yang coba di tawarkan Slamet nampaknya membuahkan hasil. Dari penuturan para pelanggannya, mereka mengaku bahwa belanja di toko Discus harganya lebih murah dibanding toko lainnya. Itu sebabnya hampir setiap hari Toko Discus di datangi para mania mancing.

Toko Discus buka setiap hari dari jam 06.00 Wib sampai dengan 18.00 Wib. Kecuali hari libur, Slamet membuka tokonya lebih pagi, yakni dari jam 05.00 wib sampai jam 02.00 wib.

Pelanggannya pun tidak sebatas dari wilayah Pondok Gede saja. Tercatat beberapa toko pancing kecil yang ada di darah Cileungsi, Caman, Jatibening, Komsen, Cilangkap hingga Kranggan berbelanja di Toko Discus.

Dengan kesuksesan ini, Ahmad pun menuturkan bahwa kedepannya ia dengan pamannya berencana untuk melebarkan sayap usahanya ke daerah lain. Namun daerah lain yang dimaksud ternyata daerah di seputar wilayah Pondok Gede, “Sekarang sih belum tau dimana. Masih nyari tempat yang bagus.”

Mudah-mudahan apa yang direncanakan bisa berjalan dengan baik dan sukses terus! den Toko Laguna Fishing, Cimanggis.

Bermodal Kepercayaan

Ide buka toko pancing terbersit begitu  saja, saat  pemiliknya mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai kontraktor. Hobi mancing yang tak pernah berkesudahan membuat dirinya kian mantap menapakkan bisnis toko pancing guna menatap masa depan yang lebih cerah. “Itulah keinginan saya membangun hingga menjadi besar,” tuturnya.

Adalah toko Laguna Fishing yang beralamatkan di Jalan Radar AURI No 15, Cimanggis (Gadog), Depok. Toko yang tergolong baru ini (November 2006) mampu bersanding dengan toko-toko pancing lainnya yang ada di seantero Depok. Laguna yang diambil dari nama Perumahan Laguna yang tak jauh dari toko itu, terilhami oleh Jamal (pemilik toko) untuk menamakannya menjadi sebuah toko pancing.

Sejarah berdiri Laguna Fishing baginya tak di sengaja, bermula dari hobinya yang suka mancing. Sebagai seorang kontraktor yang kerap bepergian ke luar kota, Jamal tak melupakan untuk melampiaskan hobi mancingnya dimana pun berada. Berpuluh tahun lamanya ia bekerja sebagai kontraktor dan berpuluh tahun juga ia menjadi pemancing sejati. Mungkin, lelah dalam pekerjaan, maka di tahun 2006 lalu ia memutuskan mundur dari pekerjaannya itu.

Setelah mundur ia vakum selama 5-6 bulan dan hanya berbisnis dengan rekan-rekannya. Tak disangka secara tiba-tiba muncul ide untuk membuka toko pancing. “Sebelum terealisasi saya melakukan survey ke berbagai tempat bagaimana untung ruginya membuka toko pancing,” tuturnya kepada Mancing Mania (MM) saat berkunjung, Sabtu, (16/06) lalu. Dari hasil survei itulah Jamal menemukan titik terang dan diputuskan membuka di bulan November 2006.

Bermodal lebih dari Rp 30 juta dengan luas toko 3×4 meter dengan sistim kontrak (setahun Rp 2,5 juta) Laguna Fishing posisinya sangat strategis. Selain berada di pinggir jalan raya yang “hidup” 24 jam bagi kendaraan pribadi yang lalu lalang, lokasi ini pun banyak dihuni kolam pemancingan. “Saya milih lokasi tidak asal tebang pilih, saya liat-liat dulu, dan tempat ini cukup potensi mengundang mania untuk datang, apalagi belum ada saingan serupa di sekitar sini, yang khusus menjual alat pancing,” ujarnya.

Perjalanan Jamal pasca buka toko terus mengalami peningkatan signikan, bahkan dengan senangnya ia mengatakan bahwa omset perbulan bisa mengantongi Rp 6-8 juta. “Omset itu saya putar kembali membeli keperluan alat pancing dan planning saya untuk balik modal lamanya dua tahun, lewat dua tahun baru bisa menikmati hasil,” tukas pria yang beristrikan Erlina, seorang dosen di Universitas Swasta ternama di Kota Depok. 80% tersedia

Laguna Fishing buka dari jam 06.00-16.00 Wib (Senin s/d Sabtu) dan pukul 05.00-12.00 Wib (Minggu). Dengan harga fleksibel (ngga murah ngga mahal) Laguna mulai menggaet para mania untuk datang. Dari sekian jenis piranti pancing bisa Anda temui di sini, apa yang diinginkan mulai dari harga termurah dan termahal untuk ril, joran, kenur (segala merek) tersedia, juga umpan eseen, umpan kaleng dan umpan bungkusan, korang, tas mancing, kursi mancing, semuanya lengkap terpajang.

“Hanya piranti laut tak ada. Walaupun toko ini kecil bisa saya katakan 80% barang tersedia untuk empang lengkap,” ujarnya lagi. Dengan dihiasi 2 set tatakan joran berukuran kecil, para mania yang datang bisa memilih kira-kira joran mana yang cocok. Selain tatakan joran juga tersedia etalase yang memamerkan berbagai jeni ril, pelampung, mata kail dan timah. Begitu juga di tembok kiri tergantung puluhan kenur.

Dengan dilayani seorang wanita sebagai karyawan, Anda tak usah malu-malu untuk bertanya ini itu dan menawar, silahkan saja. Sebab konsep menjual di toko Laguna, Jamal menerapkan penjual dan pembeli tidak kaku. Karena itulah hampir saban waktu toko ini menjadi ajang diskusi sesama pemancing untuk membagi ilmu mancingnya.

Uniknya lagi aku Jamal, bagi setiap pembeli yang datang, ia akan memberi penjelasan barang-barang yang akan dibeli, dalam artian perbedaan antara barang murah dan mahal dari segi kelemahan dan kelebihannya, “Inilah yang mungkin tidak diterapkan di toko-toko lain. Saya tidak ingin pelanggan kecewa dengan barang yang dibeli, dan untungnya sampai sekarang ngga pernah ada komplein setiap barang yang mereka beli  di sini,“ cerita Jamal.

Lanjutnya lagi, “Pernah dulu ada seorang mania membeli ril dengan harga lumayan mahal, sesampainya di rumah, ternyata ril yang dibeli si mania tidak cocok dengan jorannya, alhasil ia kembali ke toko memberitahu hal tersebut. Karena ingin memuaskan pelanggan akhirnya saya terima, dengan catatan barang itu mulus tidak ada cacat saat pertama kali dibeli. Si mania itu senang dan uangnya saya kembalikan utuh. Bagi saya bisnis toko pancing modalnya kepercayaan, tapi kalau kepercayan itu sudah luntur jangan harap mania akan datang lagi,”

Karena bermodalkan itulah Laguna kian dilirik mania, bahkan aku Jamal ada yang datang berbelanja ke tempatnya jauh-jauh datang, padahal di Depok banyak toko- toko pancing lama yang terkenal. “Alasan itulah saya tidak mengerti, tinggal kita pikirkan saja jawabannya,” ujarnya sambil tersenyum.

Entry filed under: Panduan Memancing. Tags: .

Daftar Tukang Perahu Membaca Tanda-tanda Alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


http://imgcash2.imageshack.us/img4/7882/mercusuar180x50.png

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: